Bidan atau gelar Amd.Keb tak
pernah terlintas ataupun terbayang dipikiranku tapi ko sekarang malah aku
terjun ke dalamnya bukan hanya terjun tapi udah berada di dalamnya, sekarang
aku udah semester VI, LIMA semester telah aku lewati, yahh…
sahabat, gmna certanya bisa masuk
dunia ini? Dunia yang tak pernah terlintas dalam pikiranku. Hm, manusia hanya
bisa berencana Allah yang menentukan…
sekarang sudah waktunya untuk
nyusun KTI,sudah saatnya Menuhin target ASKEB
sebanyak 450 askeb…
SANGGUPKAH AKU ? :’(…
Tapi dalam hati kecilku selalu
berusaha dan berpositif thinking bahwa
SAYA PASTI BISA .!!!
Hm,,, sedikit bercerita ni tentag
kehidupanQ di jogja, kota yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, kanapa juga
ya harus ke jogja? Jauuuuu dari Gorontalo, banyak orang-orag yang aku
tinggalkan demi mencapai cita-citaku, sedikit bocoran, hm…. sebenarnya jadi
seorang bidan bukanlah cita-citaku tapi aku berusaha untuk mencintai bidang ini
buktinya aku sudah melewati 5 semester bentar lagi kan hehe,,, Aamiiin, do’ain
ya Sahabat…..
Gini lho ceritanya kenapa aku
sampai nyasar di Jogja….
April 2010
kuliah di luar daerah adalah
keinginanku sejak duduk di bangku SMA,Aku menginginkan kuliah di kota makasar
karena itu masih 1 pulau dengan tempat tinggal aku, dan keinginan ini hanya aku
dan tentunya Allah Yang tahu karena tak
ada satupun yang tahu bahkan keluargapun tak ada yang tahu tentang keinginan
hatiku. Saat-saat menunggu pengumuman
aku gunakan untuk masuk seleksi perguruan tinggi dengan modal nilai raport dari
kelas X Sampai kelas X1, Sebenarnya ini
niatnya hanya untuk iseng-iseng saja dan ikut-ikutan sama teman-teman, seleksi
ini aku mengambil jurusan KESMAS dan FISIKA. Dan juga ikut seleksi beasiswa dan
bidik misi dengan berbgai macama persyaratan, semua persyaratannya sudah
terkumpul dan tinggal menunggu hasil dengan niat meskipun awalnya hanya
iseng-iseng tapi tetap berharap untuk lulus. Tibalah saatnya pengumuman seleksi
perguruan tanpa test dan subhanallah,
Alhamdullillah aku lulus fisika. Bukan main kagetnya, karena diri ini minder
mampukah aku di jurusan ini? Bukankah aku punya impian, dan impianku bukanlah
jurusan fisika akan tetapi BAHASA ARAB.
Hm, teruslah aku melangkah BISMILLLAH
mungkin jalanku memang di sini di jurusan ini, aku melengkapi berkas-berkas
yang masih kurang. Di suatu malam, saat itu berada di tempat fotocopian untuk
fotocopy persyaratan yang masih kurang. Hp miniku
bergertar”berrrrr,berrrrrrr,rrr” hallo assalamu alaikum” kataku..
“wa alaikum slam nisaa..” jawab
penelfon di seberang...
“iyya ini nisa, siapa ya” tanyaku..
“ini kak hapsah” jawabnya
“iya ka ada apa?” tanyaku..
“kamu ngapain, lagi di mana, sama
siapa? Tanyanya..
“waduh bnyak bangat pertanyaannya” gumamku dalah hati...
“ini lagi di tempat fotocopy, lagi fotocopy berkas yang kurang sama teman , ada
apa ka? “ tanyaku...
“nis, gimana kalu kamu kuliah di
jogja? Tanyanya..
Kaget bukan main, daerah yang tak
pernah terbyang dalam pikiran di tawarkan.
“hm, jogja??? Trus kuliah apa di
sana? Nanti di sana gimana? Gimana dengan mama?” tanyaku dengan sejuta
pertanyaan lainnya di dalam kepala ini.
“Gini lho nis” jawab k hapsah
Kamu kan pengen tu kuliah jurusan
Bahasa Arab , tapi nanti di sana bukan focusnya di bahasa arab tetapi di sana ada Mata Kuliah Bahasa Arab
nah, kamu tu kuliah di STIKes Madani,
masuk jurusan DIII Kebidanan, nanti di sana kamu asrama dalam bisa kan
sekalian belajar Bahasa Arab.
Sambil megang jidat dan berpikir
keras…
Hanya satu pertanyaan yang keluar
dari mulutku “trus gimana dengan mama??? Maklum sahabat, aku adalah anak
bungsu… ehehe.
Ya dah ni kamu ngomong ama mama.
Saya : Assalamu alaikum…
Mama :Wa alaikum salam….
Saya : mama saya mo kuliah di jogja boleh???
Mama : matii hilamu no’u, asali yi’o yakini. Mama selalu mendukung dan
mendo’akanmu…
“Subhanallah, jawaban mama
membuat aku meneteskan air mata. Ini baru sosok mama. Terima kasih mama, aku
akan menjaga kepercayaan ini” dalam hati.
“Ya udah gituu aja dulu ya nis,
kamu gak usah ngurus berkas yang di UNG nanti kamu pulang dulu ke rumah nanti
tanggal 27 juli kamu berangkat” kata k hapsah
“GUBRaaakkk” sambil bengong
Rencana aku mau berangkat ke
jogja tak ada yag tahu kecuali keluargaku bahkan teman-teman SMApun tak ada
yang tahu.
Mulailah aku ngurus-ngrus berkas
yang di butuhkan untuk masuk STIKes Madani dan aku mengirimnya lewat pos. tapi
ternyata keberangkatan ke jogja tgl 27 di batalkan karena sesuatu hal. Aku masih ingat bangat, aku berangkat ke Jogja
tanggal 9 Agustus. Malam keberangkatan
barulah aku menghubungi semua nomor ponsel teman-teman dengan mengirimkan sms
pamitan dan sekalian minta maaf jika selama berteman sudah pernah melukai hati.
Akhirnya, tgl 9 agustus pukul
09.00 WITA aku di antar ke bandara oleh
Bapak, Mama dan kakak-kakak.
Yah sedihnya, tapi aku tak mau
mengeluarka air mata itu di depan mereka, apalagi sampai nangis di depan mama,
GAK,,, ntar mama malah gak ridho dengan kepergianku karena saking sayangnya dia
sama aku. Waktu aku cek in, trus masuk ruang tunggu aku melihat butiran air
mata mama membasahi pipinya, dalam hatiku berkata AKU GAK BOLEH NANGIS DI DEPAN
MAMA. Akhirnya, aku masuk pesawat, sampai di depan pintu pesawat aku
membalikkan badan dan melambaikan tangan “BISMILLAH AKU KE JOGJA”
Jam 18.30 aku sampai di bandara
Jogja Bandara Adi Sucipto. Kemudian di jemput oleh pihak kampus. Dan tak lupa
mengabarkan keluarga di rumah bahwa aku dah sampai jogja.
Dari sini mulailah kehidupan aku
di jogja…
SUKA DUKA MENJADI AMD. Keb
Sahabat, dalam benak kalian mungkin
aku bisa kuliah di luar daerah karena orang tuaku orang yang berpunya, tapi
tidak sahabat, keluargaku adalah keluarga yang biasa-biasa aja, tak ada harta
yang di banggakan tapi kenapa aku bisa ke jogja. Itulah manusia sahabat, hanya
bisa berencana Allah yang menentukan.
Aku pernah SMA di tanyain seorang
teman dan sekarang dia juga kuliah di jogja . pertanyaannya gini
Nisa, kamu kalau lulus mau kuliah
di mana?
Hm, blom ada rencana, tapi aku
gak minat d gorontalo yeee, pengen keluar daerah.
Temanku menjawab, jawabannya
sebenanya nyakitin tetapi aku menyadari apa yang dia katakana adalah benar. Penasaran gak
sahabat, teman aku bilang apa? dia bilang “walah kamu tu nis, CITA-CITA TINGGI
EKONOMI LEMAH.
Mendengar jawabannya aku gak
marah, hanya snyum –senyum aja, karena aku sadar orang akan berkata sesuai
dengan apa yang dia lihat. Nah, sahabat, temanku aja udah bisa menilai. ” waktu
aku di tawarin ke jogja aku baru ingat lagi kata-kata temanku ini.
Aku ke jogja niatnya untuk
menuntut ilmu, aku tak peduli nanti aku di jogja gimana.
TO BE CONTINUE ^_^