Kamis, 07 Maret 2013

PerjuanganQ menempuh Amd.Keb

Bidan atau gelar Amd.Keb tak pernah terlintas ataupun terbayang dipikiranku tapi ko sekarang malah aku terjun ke dalamnya bukan hanya terjun tapi udah berada di dalamnya, sekarang aku udah semester VI, LIMA semester telah aku lewati, yahh…
sahabat, gmna certanya bisa masuk dunia ini? Dunia yang tak pernah terlintas dalam pikiranku. Hm, manusia hanya bisa berencana Allah yang menentukan…
sekarang sudah waktunya untuk nyusun KTI,sudah saatnya Menuhin target  ASKEB sebanyak 450 askeb…
SANGGUPKAH AKU ? :’(…
Tapi dalam hati kecilku selalu berusaha dan berpositif thinking  bahwa SAYA PASTI BISA .!!!
Hm,,, sedikit bercerita ni tentag kehidupanQ di jogja, kota yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, kanapa juga ya harus ke jogja? Jauuuuu dari Gorontalo, banyak orang-orag yang aku tinggalkan demi mencapai cita-citaku, sedikit bocoran, hm…. sebenarnya jadi seorang bidan bukanlah cita-citaku tapi aku berusaha untuk mencintai bidang ini buktinya aku sudah melewati 5 semester bentar lagi kan hehe,,, Aamiiin, do’ain ya Sahabat…..
Gini lho ceritanya kenapa aku sampai nyasar di Jogja….
April  2010
kuliah di luar daerah adalah keinginanku sejak duduk di bangku SMA,Aku menginginkan kuliah di kota makasar karena itu masih 1 pulau dengan tempat tinggal aku, dan keinginan ini hanya aku dan tentunya  Allah Yang tahu karena tak ada satupun yang tahu bahkan keluargapun tak ada yang tahu tentang keinginan hatiku. Saat-saat  menunggu pengumuman aku gunakan untuk masuk seleksi perguruan tinggi dengan modal nilai raport dari kelas X Sampai kelas  X1, Sebenarnya ini niatnya hanya untuk iseng-iseng saja dan ikut-ikutan sama teman-teman, seleksi ini aku mengambil jurusan KESMAS dan FISIKA. Dan juga ikut seleksi beasiswa dan bidik misi dengan berbgai macama persyaratan, semua persyaratannya sudah terkumpul dan tinggal menunggu hasil dengan niat meskipun awalnya hanya iseng-iseng tapi tetap berharap untuk lulus. Tibalah saatnya pengumuman seleksi perguruan tanpa test  dan subhanallah, Alhamdullillah aku lulus fisika. Bukan main kagetnya, karena diri ini minder mampukah aku di jurusan ini? Bukankah aku punya impian, dan impianku bukanlah jurusan fisika  akan tetapi BAHASA ARAB. Hm, teruslah  aku melangkah BISMILLLAH mungkin jalanku memang di sini di jurusan ini, aku melengkapi berkas-berkas yang masih kurang. Di suatu malam, saat itu berada di tempat fotocopian untuk fotocopy persyaratan yang masih kurang. Hp miniku bergertar”berrrrr,berrrrrrr,rrr” hallo assalamu alaikum” kataku..
“wa alaikum slam nisaa..” jawab penelfon di seberang...
“iyya ini nisa, siapa ya” tanyaku..
“ini kak hapsah” jawabnya
“iya ka ada apa?” tanyaku..
“kamu ngapain, lagi di mana, sama siapa? Tanyanya..
“waduh bnyak bangat pertanyaannya” gumamku dalah hati...
“ini lagi di tempat fotocopy, lagi fotocopy berkas yang kurang sama teman , ada apa ka? “ tanyaku...
“nis, gimana kalu kamu kuliah di jogja? Tanyanya..
Kaget bukan main, daerah yang tak pernah terbyang dalam pikiran di tawarkan.
“hm, jogja??? Trus kuliah apa di sana? Nanti di sana gimana? Gimana dengan mama?” tanyaku dengan sejuta pertanyaan lainnya di dalam kepala ini.
“Gini lho nis” jawab k hapsah
Kamu kan pengen tu kuliah jurusan Bahasa Arab , tapi nanti di sana bukan focusnya di bahasa arab  tetapi di sana ada Mata Kuliah Bahasa Arab nah, kamu tu kuliah di  STIKes Madani, masuk  jurusan DIII Kebidanan,  nanti di sana kamu asrama dalam bisa kan sekalian belajar Bahasa Arab.
Sambil megang jidat dan berpikir keras…
Hanya satu pertanyaan yang keluar dari mulutku “trus gimana dengan mama??? Maklum sahabat, aku adalah anak bungsu… ehehe.
Ya dah ni kamu ngomong ama mama.
Saya       : Assalamu alaikum…
Mama   :Wa alaikum salam….
Saya       : mama saya mo kuliah di jogja boleh???
Mama   : matii hilamu no’u, asali yi’o yakini. Mama selalu mendukung dan mendo’akanmu…
“Subhanallah, jawaban mama membuat aku meneteskan air mata. Ini baru sosok mama. Terima kasih mama, aku akan menjaga kepercayaan ini” dalam hati.
“Ya udah gituu aja dulu ya nis, kamu gak usah ngurus berkas yang di UNG nanti kamu pulang dulu ke rumah nanti tanggal 27 juli kamu berangkat” kata k hapsah
“GUBRaaakkk” sambil bengong
Rencana aku mau berangkat ke jogja tak ada yag tahu kecuali keluargaku bahkan teman-teman SMApun tak ada yang tahu.
Mulailah aku ngurus-ngrus berkas yang di butuhkan untuk masuk STIKes Madani dan aku mengirimnya lewat pos. tapi ternyata keberangkatan ke jogja tgl 27 di batalkan karena sesuatu hal.  Aku masih ingat bangat, aku berangkat ke Jogja tanggal  9 Agustus. Malam keberangkatan barulah aku menghubungi semua nomor ponsel teman-teman dengan mengirimkan sms pamitan dan sekalian minta maaf jika selama berteman sudah pernah melukai hati.
Akhirnya, tgl 9 agustus pukul 09.00 WITA aku di antar ke bandara  oleh Bapak, Mama dan kakak-kakak.
Yah sedihnya, tapi aku tak mau mengeluarka air mata itu di depan mereka, apalagi sampai nangis di depan mama, GAK,,, ntar mama malah gak ridho dengan kepergianku karena saking sayangnya dia sama aku. Waktu aku cek in, trus masuk ruang tunggu aku melihat butiran air mata mama membasahi pipinya, dalam hatiku berkata AKU GAK BOLEH NANGIS DI DEPAN MAMA. Akhirnya, aku masuk pesawat, sampai di depan pintu pesawat aku membalikkan badan dan melambaikan tangan “BISMILLAH AKU KE JOGJA”
Jam 18.30 aku sampai di bandara Jogja Bandara Adi Sucipto. Kemudian di jemput oleh pihak kampus. Dan tak lupa mengabarkan keluarga di rumah bahwa aku dah sampai jogja.
Dari sini mulailah kehidupan aku di jogja…
SUKA DUKA MENJADI AMD. Keb
Sahabat, dalam benak kalian mungkin aku bisa kuliah di luar daerah karena orang tuaku orang yang berpunya, tapi tidak sahabat, keluargaku adalah keluarga yang biasa-biasa aja, tak ada harta yang di banggakan tapi kenapa aku bisa ke jogja. Itulah manusia sahabat, hanya bisa berencana Allah yang menentukan.
Aku pernah SMA di tanyain seorang teman dan sekarang dia juga kuliah di jogja . pertanyaannya gini
Nisa, kamu kalau lulus mau kuliah di mana?
Hm, blom ada rencana, tapi aku gak minat d gorontalo yeee, pengen keluar daerah.
Temanku menjawab, jawabannya sebenanya nyakitin tetapi aku menyadari apa yang  dia katakana adalah benar. Penasaran gak sahabat, teman aku bilang apa? dia bilang “walah kamu tu nis, CITA-CITA TINGGI EKONOMI LEMAH.
Mendengar jawabannya aku gak marah, hanya snyum –senyum aja, karena aku sadar orang akan berkata sesuai dengan apa yang dia lihat. Nah, sahabat, temanku aja udah bisa menilai. ” waktu aku di tawarin ke jogja aku baru ingat lagi kata-kata temanku ini.
Aku ke jogja niatnya untuk menuntut ilmu, aku tak peduli nanti aku di jogja gimana.


TO BE CONTINUE ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar