Jumat, 05 Oktober 2012

Dear calon imamQ...


^_&...

Ya Allah ...
Jika dia untukku Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku dengan ketentuan_Mu
Ya Allah..
Engkaulah tempat aku menggantungkan harapanku
Aku berharap diriku senantiasa di bawah rahmat_Mu...

Untukmu calon imamku...
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Apa kabarmu hari ini  wahai calon imamQ?? Sudahkah hari ini engkau awali dengan syukur karena dapat menatap kambali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah engkau genggam?

Wahai calon imamQ..

Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku. Di sini, aku di tempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyelimutiku, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah mengujiku tepat di hatiku, bagian paling rapuh dalam diriku namun aku tahu jawabannya. Allah tahu di mana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali  mengingat_Nya kembali mencintai_Nya. Ujian demi ujian insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga kelak kita bertemu, engkau bangga  memilki aku di hatimu, menemani harimu.

Calon imamQ..

Entah di mana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mijahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu. Apa yang ku harapkan darimu adalah keshalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaanlah yang engkau dapatkan.

Wahai calon imamQ...

Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bunda tak lain do’aku agar menjadi anak yang sholihah, agar kelak menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi pendampingmu, aku berharap menjadi pendamping yag sholihah agar kelak di surga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang shalih.
Aku ini pencemburu berat. Tapi, kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai darpda aku aku rela. Aku harap demikian pula dengan dirimu.
Aku pernah membaca sebuah kisah, ini kisahnya” aku minta kepada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus brrduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik tapi Allah memberiku ulat berbulu, aku sempat kecewa dan protes, betapa tidak adilnya ini.
Namun, kaktus itu berubah menjadi bunga yang cantik, sangat cantik.demikian pula ulat tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu cantik, itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan tapi apa yang kita butuhkan.
Aku yakin kaulah yang aku butuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan

Calon imamQ yang insya Allah di Rahmati Allah..

Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini aku tengah mempersiapkan diri ini sebaik- baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik, meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya aku ingin menjadi yang terbaik di sisimu kelak.

Calon imamQ...

Inilah sekilas harapan yang aku ukir dalam rangkaian kata, seperti kata orang, tidak semua yang di rasakan dapat di ungkapkan dengan kat-kata. Itulah yang ku hadapi saat ini. Kelak saat kita tengah bersama, maka di situlah engkau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan beljar memahami dirimu.
Hidupku akan indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas terakhirku...
Wa alaikum slam...
Salam dariku..
Nz ^_^...
yakinlah...
bahwa pertemuan itu akan indah, meski kita tak pernah tahu kapan saat indah itu akan tiba. ^.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar