^_&...
Ya Allah ...
Jika dia
untukku Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku dengan ketentuan_Mu
Ya Allah..
Engkaulah tempat aku menggantungkan harapanku
Aku berharap diriku senantiasa di bawah rahmat_Mu...
Untukmu calon imamku...
Assalamu
alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Apa kabarmu
hari ini wahai calon imamQ?? Sudahkah
hari ini engkau awali dengan syukur karena dapat menatap kambali fananya hidup
ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini
tengah engkau genggam?
Wahai calon
imamQ..
Tahukah
engkau betapa Allah sangat mencintaiku. Di sini, aku di tempa untuk menjadi
dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu
kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyelimutiku, namun kini kurasakan
diri ini lebih baik.
Kadang aku
bertanya-tanya, kenapa Allah mengujiku tepat di hatiku, bagian paling rapuh
dalam diriku namun aku tahu jawabannya. Allah tahu di mana tempat yang
paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat_Nya kembali mencintai_Nya. Ujian
demi ujian insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga kelak kita
bertemu, engkau bangga memilki aku di
hatimu, menemani harimu.
Calon imamQ..
Entah di mana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun
mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu
menjadi mijahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu. Apa yang ku
harapkan darimu adalah keshalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena
apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaanlah yang engkau
dapatkan.
Wahai calon imamQ...
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bunda tak lain do’aku
agar menjadi anak yang sholihah, agar kelak menjadi tabungan keduanya di
akhirat. Namun nanti, setelah menjadi pendampingmu, aku berharap menjadi
pendamping yag sholihah agar kelak di surga cukup aku yang menjadi bidadarimu,
mendampingi dirimu yang shalih.
Aku ini pencemburu berat. Tapi, kalau Allah dan Rasulullah
lebih kau cintai darpda aku aku rela. Aku harap demikian pula dengan dirimu.
Aku pernah membaca sebuah kisah, ini kisahnya” aku minta
kepada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus brrduri. Aku minta
kepada Allah hewan mungil nan cantik tapi Allah memberiku ulat berbulu, aku
sempat kecewa dan protes, betapa tidak adilnya ini.
Namun, kaktus itu berubah menjadi bunga yang cantik, sangat
cantik.demikian pula ulat tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu cantik, itulah
jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan
tapi apa yang kita butuhkan.
Aku yakin kaulah yang aku butuhkan, meski bukan seperti yang
aku harapkan
Calon imamQ yang insya Allah di Rahmati Allah..
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran
menghiasi taman. Maka kini aku tengah mempersiapkan diri ini sebaik- baiknya,
bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik, meski bukan
umat yang terbaik, tapi setidaknya aku ingin menjadi yang terbaik di sisimu
kelak.
Calon imamQ...
Inilah sekilas harapan yang aku ukir dalam rangkaian kata,
seperti kata orang, tidak semua yang di rasakan dapat di ungkapkan dengan
kat-kata. Itulah yang ku hadapi saat ini. Kelak saat kita tengah bersama, maka
di situlah engkau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan
beljar memahami dirimu.
Hidupku akan indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap
waktu, hingga aku hembuskan nafas terakhirku...
Wa alaikum slam...
Salam dariku..
Nz ^_^...
yakinlah...
bahwa pertemuan itu akan indah, meski kita tak pernah tahu kapan saat indah itu akan tiba. ^.
bahwa pertemuan itu akan indah, meski kita tak pernah tahu kapan saat indah itu akan tiba. ^.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar